Saat ini kita telah memasuki bulan Rajab yang termasuk salah satu dari bulan-bulan haram (bulan mulia) yang tersendiri dan tidak berkumpul dengan bulan-bulan haram lainnya. Lain dengan ketiga bulan-bulan haram lainnya. Karena bulan-bulan haram lainnya terletak berurutan, yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.
Bulan-bulan haram memiliki kedudukan yang agung, dan bulan rajab termasuk salah satu dari empat bulan tersebut. Dinamakan bulan-bulan haram karena :
1. Diharamkannya berperang di bulan-bulan itu kecuali musuh yang memulai.
2. Keharaman melakukan perbuatan-perbuatan maksiat dibulan ini lebih besar di bandingkan bulan yang lain.
Allah berfirman :
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan janganlah melanggar kehormatan bulan-bulan haram " (Al-Maidah: 2)
Maksud dari Ayat di atas yaitu janganlah melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan sehingga merusak kesucian bulan-bulan tersebut. Larangan ini mencakup melakukan atau beri’tikad melakukan perbuatan dosa.
Karena kedudukannya yang khusus itu maka hendaklah dijaga kesucian bulan-bulan haram dengan menjauhi maksiat, sebab kadar dosa dan maksiat akan diperbesar karena pemuliaan Allah atas bulan-bulan tersebut.
Salah satu dari ciri-ciri bulan Rajab ini adalah, bahwa bulan ini mempunyai nama yang sangat banyak. Sebagian ulama’ berkata bahwa bulan ini mempunyai empat belas nama yaitu: Bulan Allah , Rajab, Rajab mudhar, Munshilul asinnah, Al-Asham, Al-Ashab, Munaffis, Muthahhir, Mu’alla, Muqiim, Harim, Muqasyqisy, Mubarri’, Fardun.
Sebagian ulama’ menyebutkan bahwa bulan Rajab mempunyai tujuhbelas nama seperti yang diatas ditambah dengan: Rajam, Munshillul Alat, dan Munzi’ul Asinnah . Bulan Rajab dinamakan bulan Al Asham karena disitu tidak terdengar suara pedang, karena peperangan diharamkan di bulan ini. Baik dizaman Jahiliyah dahulu atau setelah datang masa kenabian.
Selain itu juga dinamakan “Al-Ashab” karena disitu dituangkan segala rahmat kepada orang-orang yang bertaubat, mengalir cahaya-cahaya kepada seluruh alam. Dinamakan dengan “Rajam” karena dibulan ini semua syetan dirajam oleh para malaikat agar tidak mengganggu para wali dan orang-orang Shaleh.
Para Ulama’ mengatakan : Rajab adalah bulan istighfar, dan Sya’ban adalah bulan shalawat atas Nabi SAW, dan bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Wahab bin Munabbah RA berkata: “Semua sungai yang ada didunia ini mengunjungi air Zam-zam, untuk memuliakan bulan ini (yakni bulan Rajab)”.
Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Rasulullah Saw. menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.
Do’a keberkahan di bulan Rajab, bila memasuki bulan Rajab, Nabi Saw mengucapkan, “Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
Pada bulan Rajab inilah terjadi peristiwa besar, yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang erat kaitannya dengan kewajiban shalat, dengan kata lain tanggal 27 Rajab, adalah hari peringatan kewajiban shalat dan hari ujian atau seleksi iman bagi orang-orang yang beriman, dan juga merupakan bukti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba Allah dan Rasul pilihan-Nya.
Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam 27 Rajab tahun 11 kenabian,dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina).
Mi’raj ialah naiknya Nabi Muhammad SAW pada malam itu juga dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Sidratul Muntaha dan ke Mustawa, kemudian kembali lagi ke Masjidil Aqsha.
Maka di bulan yang mulia ini bagi seorang muslim hendaknya meningkatkan kualitas ibadahnya kepada Allah Swt. Memperbanyak amal shaleh, seperti shaum sunnah, terutama di bulan Sya’ban. Diriwayat oleh Imam al-Nasa’i dan Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Huzaimah. Usamah berkata pada Nabi Saw.
“ Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya’ban.’ Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang . Di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa.” Allahu a’lam
Disarikan dari berbagai sumber
Rp 246.140.000,00 (Dua ratus empat puluh enam juta seratus empat puluh ribu rupiah) dan sudah dibelikan tanah wakaf untuk kampus Pesantren Wirausaha Lan Taburo seluas 1 hektar lebih .
1. Bapak H. M. Najib luas 1.120 M2