“Ketika anak adam meninggal dunia, maka putuslah segala amalnya. Kecuali 3 perkara pertama Shodaqoh jariyah, kedua ilmu yang bermanfaat dan yang ketiga anak sholeh yang mendoakannya ” (Al hadits)
Hadist ini sangat masyhur dikalangan umat muslim, karena memang nilai yang di nubuwahkan oleh Rosulullah sangat menggembirakan bagi kita umatnya. Betapa tidak, sebuah amal ibadah yang memiliki nilai tak terbatas bisa kita rengkuh. Shodaqoh jariyah, merupakan amalan yang terlihat “paling mudah” dilakukan untuk mendapatkan nilai keabadian dari ketiga hal yang diberitakan oleh Rasulullah.
Shodaqoh jariyah bernilai strategis karena disamping memiliki nilai ukhrowi, juga nilai keduniawian berdampak panjang. Jariyah yang diberikan untuk digunakan sebagai sarana kemaslahatan umat, akan terus mengalirkan pahala bagi pelakunya, selama fasilitas itu masih dimanfaatkan.Ia tidak akan terputus meski kita telah kembali kehadirat-Nya.
Pesantren Wirausaha Lan Taburo, memiliki cita-cita siap untuk menyalurkan amanah jariyah dari Bapak / Ibu untuk mendapatkan nilai keabadian. Dengan konsep mencetak santri dhuafa yang memiliki jiwa enterpreneur dengan bebas biaya dan semangat menegakkan Kalimat Allah, diharapkan output yang akan dihasilkan adalah kader dakwah yang juga memiliki kapabilitas dan kapasitas untuk tidak bergantung secara materi kepada manusia.
Untuk tahap pertama tanah seluas sekitar 1 hektar lebih telah di beli dan dalam proses ikrar wakaf untuk pesantren Wirausaha Lan Taburo, dan dalam waktu dekat Insya Allah Masjid akan segera hadir untuk menjadi sarana dakwah dimana Pesantren Lantaburo berada, yang notabene merupakan Wilayah yang minus secara sosial ekonomi. Masjid ini akan diakses / di manfaatkan oleh para santri, masyarakat setempat (Masyarakat Argasunya) dan musafir yang melintas di Jalan tol Palimanan – Kanci yang merupakan salah satu ruas tol Trans Jawa.
Bagi Bapak / Ibu dapat ikut berpartisipasi menginvestasikan nilai keabadian berapa pun nilainya untuk masa depan santri kaum dhuafa melalui Pesantren Lan Taburo .
Rp 246.140.000,00 (Dua ratus empat puluh enam juta seratus empat puluh ribu rupiah) dan sudah dibelikan tanah wakaf untuk kampus Pesantren Wirausaha Lan Taburo seluas 1 hektar lebih .
1. Bapak H. M. Najib luas 1.120 M2