
Oleh : Abdul Basir.SST*)
Pesantren sebagai institusi keagamaan non formal yang telah berakar di masyarakat Indonesia, dituntut untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya. Pesantren yang pada awalnya hanya mendidik santri untuk memiliki kemampuan ruhiyah, intelektualitas religi dan adaptasi masyarakat, sekarang harus menjawab tantangan yang lebih banyak dan lebih realistis. Saat ini permasalahan social yang dihadapi masyarakat kita berbanding lurus dengan perkembangan global, sementara alumni pesantren tidak dapat mengikuti percepatan permasalahan tersebut.
Bila sampai saat ini, alumni pesantren hanya memiliki kemampuan religi dan tidak memiliki kemampuan yang lain, hal ini lebih dikarenakan oleh “kurikulum” pesantren yang memang belum memberikan muatan pelajaran diluar wawasan keagamaan.
Tantangan jaman seperti ini bukan untuk dihindari apalagi kita ber-apologi untuk memisahkan antara kepentingan akhirat dan dunia. Pesantren harus bisa menjawab semua tantangan itu tanpa kehilangan jatidirinya.
Salah satu solusi cerdas yang coba ditawarkan oleh Pesantren Lan Taburo adalah memberikan pembekalan kepada santrinya tidak hanya muatan religi semata, akan tetapi nilai-nilai entrepreneurship juga mendapat porsi yang cukup banyak.
Secara singkat, pesantren Lan Taburo menyajikan kurikulum pesantren yang dipadukan dengan kewirausahaan. Para santrinya anak-anak kaum dhuafa yang putus sekolah, tapi punya niat untuk maju.
Anda tertarik untuk memajukan pesantren Lan Taburo ?
Silahkan kontak, kami siap bersinergi dengan anda
*) Pengkhidmat di Pesantren Lantaburo
Rp 246.140.000,00 (Dua ratus empat puluh enam juta seratus empat puluh ribu rupiah) dan sudah dibelikan tanah wakaf untuk kampus Pesantren Wirausaha Lan Taburo seluas 1 hektar lebih .
1. Bapak H. M. Najib luas 1.120 M2